Dinamika Faktor Risiko Dan Protektif Kesehatan Mental Guru Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah Menengah Mustikajaya

Authors

  • Perhatian Harefa Sekolah Tinggi Teologi IKAT
  • Dr. Donna Sampaleng Sekolah Tinggi Teologi IKAT
  • Dr. Merdiati Marbun., M.Pd.K Sekolah Tinggi Teologi IKAT

Keywords:

kesehatan mental guru; guru Pendidikan Agama Kristen; era digital; faktor risiko; faktor protektif; fenomenologi interpretatif

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika faktor risiko dan faktor protektif kesehatan mental guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah menengah pada era digital. Isu ini penting karena guru PAK tidak hanya menjalankan fungsi pedagogis, tetapi juga memikul tanggung jawab rohani-pastoral sebagai pembina iman, teladan moral, dan pendamping peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga guru PAK di sekolah menengah pertama swasta di Kecamatan Mustikajaya, Bekasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi, pembentukan tema, dan interpretasi makna pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan lima faktor risiko utama: beban peran ganda profesional-rohani, tekanan digital multidimensi, ekspektasi berlapis dari sekolah, orang tua, gereja, dan diri sendiri, minimnya dukungan institusional, serta pergumulan emosional-spiritual yang tersembunyi. Empat faktor protektif utama meliputi iman dan spiritualitas, relasi sosial bermakna, praktik self-care, serta pemanfaatan teknologi secara selektif. Temuan utama artikel ini menegaskan adanya kelelahan rohani ganda dan paradoks protektif iman, yaitu kondisi ketika iman menjadi sumber resiliensi sekaligus berpotensi menambah tekanan bila dipahami secara legalistik. Penelitian menyimpulkan bahwa kesehatan mental guru PAK perlu dibaca melalui model biopsikososio-spiritual-digital dan membutuhkan dukungan kelembagaan yang lebih terstruktur.

References

1. Agung, A. A. G., I. K. Gading, N. L. P. Agetania, A. A. G. O. A. Prawira, J.-B. Deng, and B. R. Werang. “Exploring Work-Related Stress among Indonesian Primary School Teachers: A Study in the Post-Covid-19 Era.” Journal of Ecohumanism 3, no. 4 (2024): 805–815. https://doi.org/10.62754/joe.v3i4.3577.

2. Apriliana, N. “The Problem of Online Learning in Islamic Primary School in Yogyakarta.” Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) 4, no. 1 (2021): 1–16. https://doi.org/10.33367/ijies.v4i1.1593.

3. Asbanu, N. R., and H. A. E. Lao. “Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan Agama Kristen: Peran Guru dan Tenaga Kependidikan.” Tri Tunggal 3, no. 2 (2025): 38–50. https://doi.org/10.61132/tritunggal.v3i2.1124.

4. Braun, S. S., R. W. Roeser, A. J. Mashburn, and E. A. Skinner. “Middle School Teachers’ Mindfulness, Occupational Health and Well-Being, and the Quality of Teacher-Student Interactions.” Mindfulness 10, no. 2 (2018): 245–255. https://doi.org/10.1007/s12671-018-0968-2.

5. Creswell, John W., and Cheryl N. Poth. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2017.

6. Freeman, Melvyn. “The World Mental Health Report: Transforming Mental Health for All.” World Psychiatry 21, no. 3 (2022): 391–392. https://doi.org/10.1002/wps.21018.

7. Maslach, Christina, and Michael P. Leiter. The Burnout Challenge: Managing People’s Relationships with Their Jobs. Cambridge, MA: Harvard University Press, 2016.

8. Payot, L. B., and E. L. Nebria. “Spirituality as Mediator of Professional Identity and Personal Resilience of Teachers.” European Journal of Education Studies 12, no. 8 (2025). https://doi.org/10.46827/ejes.v12i8.6134.

9. Seligman, Martin E. P. Flourish: A New Understanding of Happiness and Well-Being—and How to Achieve Them. New York: Free Press, 2011.

10. Sihite, R. B. “Kontribusi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Menanamkan Teladan Religius kepada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Pangaribuan.” Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2, no. 2 (2025): 58–68. https://doi.org/10.61132/sukacita.v2i2.750.

11. Smith, Jonathan A., Paul Flowers, and Michael Larkin. Interpretative Phenomenological Analysis: Theory, Method and Research. London: SAGE, 2022.

12. Tapilaha, S. R., and M. Lawalata. “Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen di Era Digital.” The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan 11, no. 1 (2025): 108–129. https://doi.org/10.54793/teologi-dan-kependidikan.v11i1.195.

13. Zhang, H., and J. Cao. “From Digital Disruption to Mental Health: The Impact of AI-Induced Educational Anxiety on Teacher Well-Being in the Era of Smart Education.” BMC Public Health 25, no. 1 (2025): 4010. https://doi.org/10.1186/s12889-025-25372-7.

Downloads

Published

2026-05-17

How to Cite

Dinamika Faktor Risiko Dan Protektif Kesehatan Mental Guru Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah Menengah Mustikajaya. (2026). Pragati: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(02), 348-362. https://ejournal-sttikat.id/index.php/jtm/article/view/578