Dampak Teknologi Digital Terhadap Pelayanan Pastoral : Hubungan Kasih Yang Nyata Menjadi Maya Melalui Lensa Yohanes 1:14 Dan Matius 9:36
Kata Kunci:
Pelayanan digital, Etika media sosial, Teologi kenosis, Relasi parasosial, Yohanes 1:14Abstrak
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah menggeser pusat pelayanan Kristen dari gereja fisik ke mimbar virtual di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi fenomena jual-beli konten agama dan merosotnya kualitas kasih di dunia maya dari sudut pandang etika dan teologi. Dengan metode kualitatif melalui riset kepustakaan, studi ini membedah arti kata teks Alkitab dalam Yohanes 1:14 (esk?n?sen) dan Matius 9:36 (esplanchnisth?). Hasil penelitian menemukan bahwa sistem pemburu perhatian (attention economy) di media sosial memaksa para pelayan digital untuk menuruti kemauan algoritma komputer demi mengejar angka statistika (views, likes, followers). Akibatnya, kehadiran fisik yang nyata digantikan oleh gambar piksel di layar ponsel, yang kemudian merusak kedalaman hubungan rohani dan memicu hubungan semu (relasi parasosial). Studi ini menyimpulkan pentingnya merombak etika pelayanan digital menggunakan prinsip pengosongan diri dan sikap rendah hati (teologi kenosis). Melalui pendekatan ini, pelayanan media sosial dikembalikan fungsinya sebagai jembatan untuk mengarahkan jemaat kembali bersekutu secara nyata di dalam komunitas dunia nyata.
Referensi
Barth, K. (1956). Church dogmatics: The doctrine of reconciliation (Vol. IV/1). T&T Clark.
Campbell, H. A. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.
Danker, F. W. (2000). A Greek-English lexicon of the New Testament and other early Christian literature (3rd ed., BDAG). University of Chicago Press.
Davenport, T. H., & Beck, J. C. (2001). The attention economy: Understanding the new currency of business. Harvard Business School Press.
Fuchs, C. (2014). Social media: A critical introduction. SAGE Publications.
Hjarvard, S. (2011). The mediatization of religion: A theory of the media as an agent of religious change. Northern Lights: Film & Media Studies Missing, 9(1), 7–26. doi.org
Horton, D., & Wohl, R. R. (1956). Mass communication and para-social interaction: Observations on intimacy at a distance. Psychiatry, 19(3), 215–229. doi.org
Keener, C. S. (2012). The Gospel of John: A commentary (Vol. 1). Baker Academic.
Louw, J. P., & Nida, E. A. (1989). Greek-English lexicon of the New Testament based on semantic domains (2nd ed.). United Bible Societies.
Nolan, A. (2006). Jesus before Christianity. Orbis Books.
Simon, H. A. (1971). Designing organizations for an information-rich world. Dalam M. Greenberger (Ed.), Computers, communications, and the public interest (hlm. 37–72). The Johns Hopkins Press.
Ward, P. (2002). Liquid church. Hendrickson Publishers.
Zuboff, S. (2019). The age of surveillance capitalism: The fight for a human future at the new frontier of power. Public Affairs.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rabinsar Parulian Silalahi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






