Akulturasi Kekristenan dan Budaya Lokal: Studi Etnografi terhadap Praktik Sadranan di Desa Sidorejo Berdasarkan Perspektif 1 Korintus 8 dan 10
DOI:
https://doi.org/10.52220/kpj6ws60Keywords:
1 Corinthians 8 and 10; Christianity; contextual theology; cultural relations; Sadranan culture; Sidorejo; 1 Korintus 8 dan 10; budaya Sadranan; relasi budayaAbstract
This study investigates the interplay between Christianity and the Sadranan culture in Sidorejo Village, concentrating on Paul's perspectives in 1 Corinthians chapters 8 and 10 concerning food offered to idols. The research aims to describe the concept of Sadranan in the village and the interaction between Christians and local culture, grounded in biblical principles. The method used is qualitative, with exegesis, ethnographic in-depth interviews, a literature review, and contextual approaches involving five purposefully selected key informants. The findings demonstrate that the relationship between Christianity and Sadranan culture is both relational and transformative, allowing church members to engage in the socio-cultural dimensions of Sadranan while preserving theological integrity. Several forms of interaction include stewardship, partnership with God, harmony with society, co-creator, co-redeemer, and servant. This study contributes to the development of contextual theology that balances Christian freedom and pastoral responsibility toward fellow believers.
Abstrak
Penelitian ini membahas hubungan antara Kekristenan dengan budaya Sadranan di Desa Sidorejo, dengan fokus pada pandangan Paulus dalam Surat 1 Korintus pasal 8 dan 10 mengenai makanan persembahan berhala. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsep Sadranan di desa tersebut dan interaksi antara orang Kristen dengan budaya lokal berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksegesis, etnografi, wawancara mendalam, kepustakaan, dan kontekstual terhadap 5 informan kunci yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Kekristenan dan budaya Sadranan bersifat relasional dan transformatif, di mana warga gereja dapat berpartisipasi dalam aspek sosial-budaya Sadranan sambil mempertahankan integritas teologis. Beberapa bentuk interaksi meliputi pelayanan, kemitraan dengan Allah, harmoni dengan masyarakat, co-creator, co-redeemer, dan pelayanan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teologi kontekstual yang seimbang antara kebebasan Kristen dan tanggung jawab pastoral terhadap sesama beriman.
References
Abdillah, Aldi, and Judistian Pratama. “Menjadi Saleh di Mayantara: Memaknai 1 Korintus 8:9 dan 10:29 di Era Digital.” Panangkaran 6, no. 1 (2022): 108–130.
Arifianto, Yonatan Alex, dan Kalis Stevanus. “Membangun Kerukunan Antarumat Beragama dan Implikasinya bagi Misi Kristen.” Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 16 (2017): 139–148.
Barclay, William. Pash Surat 1 & 2 Korintus. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
Fee, Gordon D. The First Epistle to the Corinthians. New International Commentary on the New Testament. Grand Rapids, MI: Eerdmans, 1987.
Hakh, Samuel Benyamin. Perjanjian Baru: Sejarah, Pengantar, dan Pokok-Pokok Teologisnya. Bandung: Bina Media Informasi, 2010.
Hapsah, Romlah Harniati, Fatimah Az Zahrah, dan Muhammad Yasin. “Dinamika Interaksi Manusia, Masyarakat, dan Budaya dalam Era Globalisasi dan Modernisasi.” Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial (Sinova) 2, no. 2 (2024): 191–202.
Kardi. Wawancara oleh penulis. 28 Februari 2024, pukul 11.00 WIB.
Maleachi, Martus Adinugraha. “Daging yang Dipersembahkan kepada Berhala-Berhala: Suatu Eksegesis terhadap 1 Korintus 8:1–13.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 2, no. 1 (2021): 123–140. https://doi.org/10.36421/veritas.v2i1.47.
Martin, Ralph P. “Berhala, Daging Persembahan.” Dalam Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, disunting oleh H. A. Oppusunggu dkk., diterjemahkan oleh Andar Lumbantobing, 1:179. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, t.t.
Mujimin. Wawancara oleh penulis. 28 Februari 2024, pukul 10.00 WIB.
Pranoto, Irwan. “Hubungan antara Kristologi Paulus dan Ajaran tentang Makanan Persembahan Berhala (Eidolothuta).” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 12, no. 2 (2011): 257–277. https://doi.org/10.36421/veritas.v12i2.246.
Rosidi, Iksan. Wawancara oleh penulis. 28 Februari 2024, pukul 13.00 WIB.
Rosydiana, Wildan Novia. “Nyadran: Bentuk Akulturasi Agama dengan Budaya Jawa.” HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora (2023): 15–23.
Suparno. Wawancara oleh penulis. 28 Februari 2024, pukul 15.00 WIB.
Suyanto. Wawancara oleh penulis. 28 Februari 2024, pukul 09.00 WIB.
Tanuwidjaja, Sundoro, dan Samuel Udau. “Iman Kristen dan Kebudayaan.” Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 1, no. 1 (2020): 1–14.
Thiselton, Anthony C. The First Epistle to the Corinthians: A Commentary on the Greek Text. New International Greek Testament Commentary. Grand Rapids, MI: Eerdmans, 2000.
Wanget, Samuel Wailan Leonard, et al. “Masamper: Seni Vokal Sangihe Talaud sebagai Media Pelestarian Budaya dan Pendukung Pastoral Konseling Kontekstual.” POIMEN: Jurnal Pastoral Konseling 5, no. 2 (2024): 28–38.
Witherington, Ben, III. Conflict and Community in Corinth: A Socio-Rhetorical Commentary on 1 and 2 Corinthians. Grand Rapids, MI: Eerdmans, 1995.
Wijaya, E. Chrisna, dan Widhi Laksana. “Tinjauan Teologis Praktik Makan Makanan yang Dipersembahkan Berhala dalam Hidup Orang Percaya di Indonesia.” Jurnal Teologi Pentakosta 2 (2021): 89–102.
Zahra, Shabrina Farah Az, and Fatma Ulfatun Najicha. “Pentingnya Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila di Tengah Kemajemukan.” Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan 8 (2022): 44–62.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.