Abstrak
Truth relativism within the postmodern paradigm positions subjective experience as the primary measure of truth, displacing the authority of absolute truth and significantly impacting the spirituality of Generation Z and Alpha. This condition presents pastoral challenges for the church in nurturing faith amid a plural and skeptical digital culture. This study aims to examine the implications of truth relativism in the postmodern era and formulate contextual pastoral responses for both generations. The method employed is a qualitative descriptive approach through library research with document analysis of relevant theological and scholarly sources. Findings indicate that relativism shapes subjective mindsets, weakens biblical authority, and triggers spiritual disorientation. As an academic contribution, this study introduces digital discipleship as a new framework that integrates apologetic pastoral ministry with Bible-based digital literacy and an authentic relational community. The study affirms that the church must develop contextual and digitally apologetic pastoral approaches without sacrificing authentic face-to-face relationships in order to reaffirm biblical truth as the authoritative and relevant foundation for faith formation.
Abstrak
Relativisme kebenaran dalam paradigma postmodern menempatkan pengalaman subjektif seba-gai tolok ukur utama, menggeser otoritas kebenaran absolut, dan berdampak signifikan terhadap spiritualitas Gen Z dan Alpha. Kondisi ini menimbulkan tantangan pastoral bagi gereja dalam membina iman di tengah budaya digital yang plural dan skeptis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi relativisme kebenaran pada era postmodern serta merumuskan respons pastoral gereja yang kontekstual bagi kedua generasi tersebut. Metode yang digunakan adalah pen-dekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan analisis dokumen terhadap sumber teo-logis dan ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa relativisme membentuk pola pikir subjektif, melemahkan otoritas Alkitab, dan memicu disorientasi spiritual. Sebagai kontribusi terhadap kebaruan akademis, penelitian ini memperkenalkan konsep pemuridan teologi digital sebagai kerangka yang mengintegrasikan pelayanan pastoral apologetis dengan literasi digital berbasis Alkitab serta komunitas relasional yang autentik. Penelitian menegaskan bahwa gereja perlu mengembangkan pendekatan pastoral kontekstual dan apologetis secara digital tanpa mengorbankan relasi tatap muka, guna meneguhkan kembali kebenaran Alkitab sebagai dasar pembinaan iman yang otoritatif dan relevan.
Artikel teks lengkap
Referensi
Ambesa, Kenanya Euodia, and Yunias Gracia. “Strategi Pendampingan dan Pembinaan Warga Gereja bagi Generasi Milenial melalui Media Sosial terhadap Eksistensi Gereja.” Journal of Gender and Millennium Development Studies 1, no. 2 (2024): 123–133. https://doi.org/10.64420/jgmds.v1i2.158.
Ardani, Nur Afif, Sulfi Amalia, dan Rooseno Hertanto. “Relativisme Budaya dalam Hak Asasi Manusia.” Jurnal Cakrawala Hukum 13, no. 1 (2017): 30–46.
Dessindi, Kristhalia. “Media Digital sebagai Agora Baru Pewartaan Gereja dalam Semangat Know, Share, Meet, Express YOUCAT.” CREDENDUM: Jurnal Pendidikan Agama 2, no. 2 (2020): 106–118. https://doi.org/10.34150/credendum.v2i2.389.
Kathrina Sanjaya, Ghaitsaa Zahraa, Gladiolla Dian Celvianna Putri, Jesbon, dan Nalla Taquysha Pasaribu. “Krisis Identitas pada Generasi Muda karena Dampak Globalisasi dan Media Sosial.” Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora 3, no. 1 (2025): 1–15.
Koanak, Ivoni Arisandi Kristina, and Hendrik Yufengkri Sanda. “Mempertahankan Otoritas Alkitab di Era Postmodern: Kritik Relativisme dan Tawaran Hermeneutika Kontekstual.” BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, no. 1 (2025): 111–133.
Labobar, Jerson. “Kritik Terhadap Krisis Identitas Dampak Relativisme Kebenaran sebagai Upaya Membentuk Generasi Z Berlandaskan Efesus 5:1–21.” Educatio Christi 7, no. 1 (2026): 21–39.
Lafau, Yurisman, Anwar Three Millenium Waruwu, and Ruth Judica Siahaan. “Membimbing Generasi Z dan Alpha: Strategi Kepemimpinan Kristen dalam Era Digital.” TRACK: Teologis, Relevan, Aplikatif, Cendikia, Kontekstual 3, no. 1 (2024): 112–128. https://doi.org/10.61660/track.v3i1.177.
Leobisa, Jonathan, Soleman Baun, Yorhans S. Lopis, and Yakobus Adi Saingo. “Tantangan Penggunaan Media Sosial di Era Disrupsi dan Peran Pendidikan Etika Kristen.” Aletheia Christian Educators Journal 4, no. 1 (2023): 32–40.
Lie, Lie Kwet Yun Robert. “Dari Otoritas Menuju Autentisitas: Rekonstruksi Teologi Postmodern bagi Generasi Z di Era Digital.” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 4, no. 12 (2025): 4328–4337.
Marisi, Candra Gunawan, Upa Silaen, and Fredy Simanjuntak. “Pemuridan yang Berpusat pada Yesus bagi Generasi Z dalam Menghadapi Tantangan Relativisme.” Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan 10, no. 2 (2024): 130–140.
Nainggolan, Jhon Piter, dan Yunardi Kristian Zega. “Konsep Kelompok Sel sebagai Revitalisasi Pendidikan Agama Kristen dalam Gereja.” TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2021): 15–29. https://doi.org/10.53674/teleios.v1i1.24.
Novianti, Delpi. “Pemikiran Relativisme dan Tantangannya bagi Pendidikan Agama Kristen.” Jurnal Silih Asuh dan Misi 2, no. 2 (2025): 51–60.
Ondang, Ricky Joyke, dan Anastasia Gabrielle Ondang. “Membangun Kebenaran: Menyelami Etika Kristen dalam Mengelola Media Sosial.” Murid Kristus: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2024): 57–66. https://doi.org/10.63422/mk.v1i1.5.
Paipi, Armin, et al. “Misi Kristen di Era Postmodern: Tantangan Relativisme dan Respon Teologis terhadap Pemberitaan Injil.” HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis 2, no. 10 (2024): 1462–1472.
Pangumbahas, Recky, dan Oey Natanael Winanto. “Membaca Kembali Pandangan Moralitas Postmodernism untuk Konteks Pendidikan Kristen (Re-Reading the Worldview of Postmodernism Morality for the Context of Christian Education).” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 3, no. 1 (2021): 73–84.
Prihanto, Agus. “Peran Proses Mentoring Pemimpin Kaum Muda bagi Perkembangan Pelayanan Pemuda di Gereja.” Jurnal Jaffray 16, no. 2 (2018): 197–212. https://doi.org/10.25278/jj71.v16i2.258.
Priyono, Budi, and Frans H. M. Silalahi. “Theology in the Age of TikTok: Menjembatani Postmodernisme dan Generasi Z.” Crossroad Research Journal 2, no. 1 (2025): 36–56.
Setiawan Telaumbanua, Agus Arda, Warisman Halawa, dan Wendy Efriduansyah Situmorang. “Building Holy Relationship: Pemuda Kristen dan Pergaulan Bebas.” Jurnal Psikososial dan Pendidikan 1, no. 2 (2025): 344–357.
Shandery, Timotius, Yanto Paulus, dan A. L. Jantje Haans. “Pola Pengembalaan dalam Menangkal Paham Relativisme Berdasarkan 1 Timotius 4:13.” SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual 12, no. 2 (2021): 81–93. https://doi.org/10.47154/scripta.v12i2.126.
Siregar, Maringan Pahala. “Pengaruh Kelompok Sel terhadap Pertumbuhan Jemaat Gereja Bethel Indonesia Simalingkar B Medan.” HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 1 (2021): 42–51. https://doi.org/10.57069/haggadah.v2i1.21.
Sugiharto, Bambang. Postmodernisme: Tantangan Bagi Filsafat. Yogyakarta: Kanisius, 1996.
Sumual, Elisa Nimbo, Yonatan Alex Arifianto, dan Yohana Fajar Rahayu. “Menggagas Ulang Peran Gembala dalam Gereja Digital: Kepemimpinan Pelayanan dan Misi di Era Teknologi.” Jurnal Teologi Gracia Deo 8, no. 2 (2025): 241–253. https://doi.org/10.46929/graciadeo.v8i2.278.
Sumual, Elisa Nimbo, and Yohana Fajar Rahayu. “Penggunaan Gadget dan Tantangan Pendidikan Agama Kristen dalam Membina Remaja Kristen di Era Digital.” Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen 5, no. 1 (2026): 1–14. https://doi.org/10.55967/manthano.v5i1.3.
Supriadi, Made Nopen. “Tinjauan Teologis terhadap Postmodernisme.” Manna Rafflesia 6, no. 2 (2020): 112–134.
Suseno, Aji, Yonatan Alex Arifianto, and Yohana Fajar Rahayu. “Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era Disrupsi.” Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 5, no. 1 (2025): 30–42. https://doi.org/10.54403/rjtpi.v5i1.123.
Waruwu, Anwar Three Millenium. “Membimbing Generasi Muda: Mentoring dalam Kepemimpinan Kristen.” TRACK: Jurnal Kepemimpinan Kristen, Teologi, dan Entrepreneurship 3, no. 2 (2024): 31–49. https://doi.org/10.61660/track.v3i2.185.
Yosua, Asep, dan Yanto Paulus Hermanto. “Etika Kebebasan Berekspresi di Media Sosial dalam Perspektif Kristen.” Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, no. 1 (2025): 38–60. https://doi.org/10.38189/jan.v6i1.1027.
Penulis
Hak Cipta (c) 2026 MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.