Bukan Agama, Tetapi Manusia: Reorientasi Radikal Pendidikan Kristiani

Authors

  • Yenni Jonathan Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest, Tangerang
  • Lukito Sutanto Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest, Tangerang

DOI:

https://doi.org/10.52220/4jkxse86

Keywords:

Christian education; humanization; imago Dei; incarnational theology; radical reorientation; whole-person formation; kemanusiaan utuh; pendidikan Kristiani; reorientasi radikal; teologi inkarnasi; transformasi pedagogis

Abstract

Christian education has often been captivated by a narrow religious orientation, emphasizing doctrinal compliance, ritual transmission, and institutional participation, while neglecting the formation of whole human beings. This article argues that a radical reorientation is necessary: a shift from religion-centered education toward a humanizing education grounded in the theological vision of humanity as imago Dei. Employing library research and conceptual-theological analysis, the article examines the theological foundations of this reorientation, particularly the doctrines of imago Dei, incarnation, and the kingdom of God as the restoration of full humanity. The findings suggest that Jesus himself did not establish a religious system but humanized people through encounter, healing, and liberation. Authentic Christian education is therefore not about producing religious individuals but about forming whole persons who are spiritually alive, relationally grounded, intellectually engaged, and ethically responsible. This reorientation is not a rejection of faith but a purification of Christian education from its long-standing institutional reductionism.

 

Abstrak

Pendidikan Kristiani kerap terjebak dalam orientasi religius yang sempit: menekankan kepatuhan doktrinal, kehadiran ibadah, dan transmisi ritual, namun mengabaikan pembentukan manusia seutuhnya. Artikel ini berargumen bahwa reorientasi radikal diperlukan, yaitu pergeseran dari pendidikan yang berpusat pada agama menuju pendidikan yang berpusat pada manusia sebagai imago Dei. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan analisis teologis-konseptual, artikel ini mengkaji fondasi teologis reorientasi tersebut, khususnya doktrin imago Dei, teologi inkarnasi, dan visi kerajaan Allah sebagai pemulihan kemanusiaan yang penuh. Hasil kajian menunjukkan bahwa Yesus sendiri tidak mendirikan sistem agama, melainkan memanusiakan manusia melalui perjumpaan, pemulihan, dan pembebasan. Dengan demikian, pendidikan Kristiani yang otentik bukan tentang memproduksi orang yang religius, melainkan tentang membentuk manusia yang utuh secara spiritual, relasional, intelektual, dan etis. Reorientasi ini bukan penolakan terhadap iman, melainkan pemurnian dari reduksi institusional yang telah lama mempersempit panggilannya.

References

Downloads

Published

2023-08-30

Issue

Section

Articles