Pendidikan Agama Kristen Versus Kecerdasan Buatan: Kolaborasi atau Konfrontasi
DOI:
https://doi.org/10.52220/k89f5166Keywords:
artificial intelligence; Christian religious education; collaboration; confrontation; ethics; learning; technology; etika; kecerdasan buatan; kolaborasi; konfrontasi; pembelajaran; pendidikan agama Kristen; teknologiAbstract
Artificial intelligence (AI) has revolutionized various sectors of life, including Christian religious education. This study aims to explore the relationship between Christian religious education (CRE) and artificial intelligence, encompassing the opportunities, challenges, and implications for learning in the digital era. With the increasing role of technology in everyday life, concerns have emerged that the spiritual and moral values taught in CRE may be displaced by technological advancements. On the other hand, we could use AI as a tool to deepen understanding and disseminate religious values. This study employs a qualitative descriptive approach, grounded in a literature review, to evaluate both perspectives and examine how CRE can adapt to rapid technological change without losing its spiritual essence. This study offers a theological perspective on the debate over collaboration or confrontation between artificial intelligence (AI) and Christian religious education and concludes that AI can be a valuable tool in the ministry of Christian education when used wisely and in alignment with faith values. This study also emphasizes the importance of balancing the use of technology with the preservation of the human dimension in religious education.
Abstrak
Kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi berbagai sektor kehidupan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara PAK dan AI, mencakup peluang, tantangan, serta implikasinya bagi pembelajaran di era digital. Dengan semakin meningkatnya peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari, muncul kekhawatiran bahwa nilai-nilai spiritual dan moral yang diajarkan dalam PAK dapat bergeser akibat kemajuan teknologi. Di sisi lain, AI berpotensi menjadi alat untuk memperdalam pemahaman dan penyebaran nilai-nilai keimanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian literatur untuk mengevaluasi kedua perspektif tersebut dan menelaah bagaimana PAK dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa kehilangan esensi spiritualnya. Penelitian ini menawarkan perspektif teologis terhadap perdebatan kolaborasi atau konfrontasi antara AI dan PAK, serta menyimpulkan bahwa AI dapat menjadi alat yang berharga dalam pelayanan pendidikan Kristen apabila digunakan secara bijaksana dan sejalan dengan nilai-nilai iman. Keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pemeliharaan aspek manusiawi dalam pendidikan agama menjadi kunci utama integrasi yang bertanggung jawab.
References
Alghafiqi, Burhanuddin, and Enjat Munajat, “Impact of Artificial Intelligence Technology on Accounting Profession: Dampak Teknologi Artificial Intelligence pada Profesi Akuntansi,” Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia 7, no. 2 (2022): 140–159.
Anjaya, Carolina Etnasari, Yonatan Alex Arifianto, and Andreas Fernando, “Kecerdasan Spiritual sebagai Dasar Terbentuknya Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen,” REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. 2 (2021): 53–66.
Apriadi, Robert Tanduk, and Hotmaulina Sihotang, “Transformasi Mendalam Pendidikan melalui Kecerdasan Buatan: Dampak Positif bagi Siswa dalam Era Digital,” Jurnal Pendidikan Tambusai 7, no. 3 (2023): 31742–31748.
Astuti, Tri Endah, et al., Pendidikan Kristen di Era Society 5.0 (CV Lumina Media, 2023), 18–20.
Harmadi, M., and A. Jatmiko, “Pembelajaran Efektif Pendidikan Agama Kristen Generasi Milenial,” PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 16, no. 1 (2020): 62–74.
Khumairo, Aisyah et al., “Efektivitas Chatbot Konseling terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa BPI IAIN Metro: Efektivitas Chatbot Konseling terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa BPI IAIN Metro,” CONS-IEDU 2, no. 2 (2022): 88–98.
Marlin, Khairul et al., “Manfaat dan Tantangan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) Chat GPT terhadap Proses Pendidikan, Etika, dan Kompetensi Mahasiswa di Perguruan Tinggi,” Innovative: Journal of Social Science Research 3, no. 6 (2023): 5192–5201.
Masrichah, Siti, “Ancaman dan Peluang Artificial Intelligence (AI),” Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora 3, no. 3 (2023): 83–101.
Messakh, Jefrit Johanis et al., “Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Moderasi Beragama di Era 5.0,” Jurnal Ilmu Pendidikan 5, no. 5 (2023): 2160–2172.
Pustikayasa, I. Made et al., Transformasi Pendidikan: Panduan Praktis Teknologi di Ruang Belajar (PT Sonpedia Publishing Indonesia, 2023).
Raharjo, Budi, Teori Etika dalam Kecerdasan Buatan (AI) (Penerbit Yayasan Prima Agus Teknik, 2023), 1–135.
RS, Apriyanti, Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho, “Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai Peluang dan Tantangan di Era Digital,” Journal on Education 6, no. 1 (2023): 7607–7613.
Saputra, Tjendanawangi, and Serdianus Serdianus, “Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Menjawab Tantangan Perkembangan Teknologi di Era Posthuman,” Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika 4, no. 1 (2022): 44–61. https://doi.org/10.38052/gamaliel.v4i1.91.
Suheri, Ana et al., “Guru Profesional di Era Digital,” Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang 11, no. 2 (2020): 278–291.
Tabrani, A., and I. D. Harefa, “Pendidikan Agama Kristen dan Tuntutan Kualitas SDM Menghadapi Persaingan Masyarakat Global,” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 2, no. 2 (2021): 287–305.