Pendidikan Kristiani sebagai Penginapan di Jalan: Hermeneutik Perumpamaan Orang Samaria dan Hospitalitas Pedagogis terhadap Peserta Didik yang Terluka
DOI:
https://doi.org/10.52220/8fqp0q07Keywords:
parable of the Good Samaritan; pandocheion; pedagogical hospitality; trauma-informed pedagogy; Luke 10; perumpamaan Orang Samaria; hospitalitas pedagogis; pedagogi trauma-informed; Lukas 10Abstract
People commonly read the Parable of the Good Samaritan in Luke 10:25-37 within the framework of social ethics. This article proposes an alternative reading that positions it as a paradigm for Christian education. Learners entering Christian educational spaces, whether churches, theological schools, or Christian institutions, often arrive wounded emotionally, spiritually, socially, and cognitively due to trauma, marginalization, family dysfunction, and structural pressures. An educational model oriented solely toward knowledge transmission is inadequate and may exacerbate existing wounds. Through an exegesis of “pandocheion” in Luke 10:34, this article argues that Christian education is called to become a pedagogical pandocheion: a temporary, restorative space that is hospitable, therapeutic, and emancipatory. This framework dialogues with Henri Nouwen's pastoral theology of the wounded healer, trauma-informed pedagogy, and contextual reflection on Indonesian learners from backgrounds of poverty, communal conflict, and intergenerational trauma. Authentic pedagogical hospitality does not sustain institutional dependency but cares with love and releases with trust. The conclusion discusses implications for learning space design, pedagogical relations, and institutional ethos.
Abstrak
Perumpamaan Orang Samaria yang Murah Hati dalam Lukas 10:25-37 umumnya dibaca dalam kerangka etika sosial. Artikel ini mengusulkan pembacaan alternatif yang menempatkannya sebagai paradigma pendidikan Kristiani. Peserta didik yang memasuki ruang pendidikan Kristiani, baik di gereja, sekolah teologi, maupun lembaga pendidikan Kristen, sering kali hadir dalam keadaan terluka secara emosional, spiritual, sosial, dan kognitif akibat trauma, marginalisasi, disfungsi keluarga, serta tekanan struktural. Model pendidikan yang semata-mata berorientasi pada transmisi pengetahuan tidak memadai dan berpotensi memperparah luka. Melalui eksegesis kata "pandocheion" dalam Lukas 10:34, artikel ini membangun argumen bahwa pendidikan Kristiani dipanggil menjadi pandocheion pedagogis: ruang pemulihan sementara yang hospitatif, terapeutik, dan emansipatoris. Kerangka ini dipertemukan dengan teologi pastoral Henri Nouwen tentang wounded healer, pedagogi trauma-informed, serta refleksi kontekstual atas realitas peserta didik Indonesia dari latar kemiskinan, konflik komunal, dan trauma antargenerasi. Hospitalitas pedagogis sejati bukan mempertahankan ketergantungan institusional, melainkan merawat dengan kasih dan melepaskan dengan kepercayaan. Implikasi bagi desain ruang belajar, relasi pedagogis, dan etos kelembagaan pendidikan Kristiani Indonesia dibahas dalam kesimpulan.
References
Bevans, Stephen B. Models of Contextual Theology. Rev. and exp. ed. Maryknoll, NY: Orbis Books, 2002.
Burge, Gary M. Palestina Milik Siapa? Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.
Danker, Frederick William, ed. A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature. 3rd ed. Chicago: University of Chicago Press, 2000.
Green, Joel B. The Gospel of Luke. Grand Rapids, MI: Eerdmans, 1997.
Limbong, Oktovionaldi Bala. Percakapan Yesus dengan Perempuan Samaria: Sebuah Tafsir Kritik Ideologis Injil Yohanes 4:1–42 dengan Perspektif SIT (Social Identity Theory). Disertasi, Universitas Kristen Duta Wacana, 2024.
Mediawati, Priskila Ditya. “Ruang Ketiga sebagai Upaya Pendidikan Kristiani bagi Generasi Z dalam Konteks Budaya Populer.” Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies 2, no. 1 (2022): 1–17. https://doi.org/10.21460/aradha.2022.21.783.
Mendel, Yavor. Pengobatan Kuno. Vol. 1. Cambridge: Stanford Books, 2019.
Nouwen, Henri J. M. The Wounded Healer: Ministry in Contemporary Society. New York: Image Books, 1979.
Nouwen, Henri J. M., Donald P. McNeill, dan Douglas A. Morrison. Compassion: A Reflection on the Christian Life. Rev. ed. New York: Image Books, 2005.
Nuhamara, Daniel. Pembimbing PAK. Bandung: Jurnal Info Media, 2007.
Raditya, Ardhie. Pedagogi Kaum Terkunci: Kegilaan dan Kebutaan dalam Modernitas Pendidikan. Malang: Inara, 2021.
Rahmulyani, R., S. Milfayetty, K. Khairunnisa, A. Armitasari, dan D. Ridho. Differentiated Heutagogy: Strategi Baru Pembelajaran Konseling Traumatik. Purbalingga: CV Eureka Media Aksara, 2025.
Sampaleng, Donna. “Revitalisasi Filsafat Eksistensialisme Kristen dalam Manajemen Pendidikan Kristiani: Merancang Sistem Pembelajaran yang Resilien dan Bermakna.” KURIOS 10, no. 2 (2023): 359–371. https://doi.org/10.30995/kur.v10i2.931.
Siahaan, Tickos Elia. “Tubuh Kebangkitan dan Luka yang Memulihkan: Refleksi Teologis atas Trauma dan Pemulihan.” Nubuat: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2, no. 2 (2025): 1–11.
Singgih, Emanuel Gerrit. Dari Eden ke Babel: Sebuah Tafsir Kejadian 1–11. Yogyakarta: Kanisius, 2011.
Substance Abuse and Mental Health Services Administration. SAMHSA’s Concept of Trauma and Guidance for a Trauma-Informed Approach. Rockville, MD: SAMHSA, 2014.
Suhirman, Lalu, et al. Belajar & Pembelajaran: Dilengkapi dengan Model, Strategi, Pendekatan dan Metode Pembelajaran. Bandung: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2025.
Yakobus, I. Ketut. Budaya Sintuwu Maroso dan Rekonsiliasi Konflik Poso. Feniks Muda Sejahtera, 2023.