Pendidikan Iman dan Resiliensi

Strategi Gereja dan Keluarga Membantu Anak Gen Z Bertumbuh secara Spiritual dan Moral di Era Digital

Penulis

  • Samuel Pardede Prodi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Ronny Simatupang Prodi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Tianggur Napitupulu Prodi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Damayanti Nababan Prodi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Dorlan Naibaho Prodi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

DOI:

https://doi.org/10.52220/y0sfvr26

Kata Kunci:

Christian faith education, resilience, Gen Z, digital disruption, church and family, pendidikan iman Kristen, resiliensi, disrupsi digital, gereja dan keluarga

Abstrak

This article examines Christian faith education as a strategic foundation for building resilience among Gen Z children amid digital disruption. Gen Z children grow up as digital natives, confronting daily information overload, digital addiction, identity crises, and moral confusion driven by rapid technological change. While existing Indonesian theological literature addresses digital spirituality and Gen Z pastoral care separately, few studies integrate resilience theory with Christian faith education strategies within a church-family collaboration framework. Using a qualitative library research method with theological-pedagogical analysis, this article develops three central arguments: first, digital disruption poses genuine threats to the spiritual and moral development of Gen Z children; second, Christian faith education provides both a theological and psychological foundation for resilience; and third, the church and family must collaborate through contextualized strategies to nurture Gen Z children's spiritual and moral growth. The article concludes that resilience rooted in Christian faith is not merely a coping mechanism but a holistic spiritual formation toward Christlikeness.

Abstrak

Artikel ini mengkaji pendidikan iman Kristen sebagai landasan strategis dalam membangun resiliensi anak Gen Z di tengah disrupsi digital. Anak-anak Gen Z tumbuh sebagai digital natives yang setiap hari berhadapan dengan banjir informasi, kecanduan digital, krisis identitas, dan kebingungan moral akibat laju perubahan teknologi yang sangat cepat. Walaupun penelitian tentang spiritualitas digital dan pelayanan pastoral Gen Z sudah ada, masih sedikit yang menghubungkan teori resiliensi dengan pendidikan iman Kristen dalam kerja sama antara gereja dan keluarga. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif dan analisis teologis-pedagogis, artikel ini mengembangkan tiga argumen utama: pertama, disrupsi digital mengancam perkembangan spiritual dan moral anak Gen Z; kedua, pendidikan iman Kristen menyediakan fondasi teologis dan psikologis bagi resiliensi; dan ketiga, gereja dan keluarga harus berkolaborasi melalui strategi kontekstual dalam menumbuhkan anak Gen Z secara spiritual dan moral. Artikel ini menyimpulkan bahwa resiliensi yang berakar pada iman Kristen merupakan pembentukan rohani yang holistik menuju keserupaan dengan Kristus.

Referensi

Diterbitkan

2026-02-23

Terbitan

Bagian

Articles